Rabu, 16 Juni 2010

Sejarah umum seni lukis

=== Zaman prasejarah ===

Secara [[sejarah|historis]], seni lukis sangat terkait dengan [[gambar]]. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang [[manusia]] telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding [[gua]] untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti [[arang]], [[kapur]], atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan [[tangan]] di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan [[daun|dedaunan]] atau [[batu]] mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan [[warna|berwana-warni]] di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti [[seni patung]] dan [[seni keramik]].

Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti [[dinding]], [[lantai]], [[kertas]], atau [[kanvas]]. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan [[dwi-matra]] (dua dimensi, dimensi datar).

Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, [[binatang]], dan objek-objek alam lain seperti [[pohon]], [[bukit]], [[gunung]], [[sungai]], dan [[laut]]. [[Bentuk]] dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut [[citra]] dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekor [[banteng]] dibuat dengan [[proporsi]] tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran [[tanduk]] asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman [[budaya]] masyarakat di daerahnya.

Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan [[waktu]] untuk menggambar daripada mencari [[makanan]]. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah [[seniman]]-seniman yang pertama di muka [[bumi]] dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan [[seni]].

kutipan dari : id.wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar